Kamis, 24 April 2014 - 12:35
English

Penyadapan terhadap Presiden SBY Tidak Etis

"Tentu bila itu dilakukan sangat tidak etis. Apalagi yang melakukan adalah negara sahabat kita,"

Terkait :

Teraspos - Rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan telah disadap saat menghadiri KTT G-20 di London, Inggris, pada April lalu. Hal itu seperti diberitakan oleh dua media Australia, Fairfax Media (The Age) dan The Sydney Morning Herald.

Menaggapi hal tersebut, bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan penyadapan yang dilakukan intelijen Amerika Serikat dan Inggris terhadap Presiden Yudhoyono tidak etis. Apalagi hubungan Indonesia dengan kedua negara itu sudah terjalin erat.

"Tentu bila itu dilakukan sangat tidak etis. Apalagi yang melakukan adalah negara sahabat kita," kata Kalla, di Malaysia, Senin (29/8).

Pria yang disapa JK itu mengaku tidak mengetahui apakah ada penyadapan yang terjadi saat dirinya menjabat sebagai wakil Presiden. "Yang jelas saya tidak mengetahui adanya hal itu. Sama sekali saya tidak tahu,"

JK juga menjelaskan, Indonesia tidak bisa melakukan tindakan terkait penyadapan itu. Alasannya, penyadapan yang dilakukan oleh intelijen sulit untuk dibuktikan.

"Tidak ada yang bisa dilakukan karena ini adalah kegiatan intelejen. Dan kegiatan intelejen sangat susah untuk dibuktikan."

Sebelumnya media di Australia memberitakan penyadapan pada April 2009 digunakan untuk mendukung tujuan diplomatik Australia, termasuk dukungan untuk memenangkan kursi Dewan Keamanan PBB.

Kemampuan intelijen itu termasuk menyusup ke jaringan keamanan BlackBerry dan smartphone untuk memantau email dan panggilan masuk para delegasi. (*)



Redaktur: Anwar

Scroll To Top